Tuesday, 8 August 2017

3 moving average adalah


Moving Average Moving Averages (rata-rata bergerak) adalah metode peramalan dengan mengambil alih nilai yang kemudian dicari rata-ratanya, lalu gunakan rata-rata ini sebagai ramalan untuk periode berikutnya. Istilah rata-rata bergerak digunakan, karena setiap kali data observasi baru tersedia, maka angka rata-rata yang baru dihitung dan digunakan sebagi ramalan. Single Moving Average Rata-rata bergerak tunggal (Single Moving Average) adalah suatu metode peramalan yang dilakukan dengan mengambil alih nilai, mencari nilai rata-rata ini sebagai ramalan untuk periode yang akan datang. Metode Single Moving Average memiliki karakteristik khusus untuk menentukan ramalan pada periode yang akan datang membutuhkan data historis selama jangka waktu tertentu. Misalnya, dengan 3 bulan moving average, maka ramalan bulan ke 5 baru dibuat setelah bulan ke 4 selesaiberakhir. Jika bulan moving averages bulan ke 7 baru bisa dibuat setelah bulan ke 6 berakhir. Semakin panjang jangka waktu moving average. Efek pelicinan semakin terlihat dalam ramalan atau menghasilakan moving average yang semakin halus. Persamaan matematis single moving averages adalah sebagai berikut Mt Moving Average untuk periode t F t1 Ramalan Untuk Periode t 1 Yt Nilai Riil periode ke tn Jumlah batas dalam moving average Pengukuran Kesalahan Peramalan Dalam pemodelan deret berkala, sebagian data yang diketahui dapat digunakan untuk meramalkan sisa data Berikut bisa dilakukan perhitungan ketepatan peramalan secara lebih baik. Ketepatan peramalan pada masa yang akan datang adalah yang sangat penting. Jika Yt merupakan data riil untuk periode t dan Ft adalah ramalan untuk periode yang sama, maka kesalahannya dapat dituliskan sebagai berikut (Spyros, 1999). Et kesalahan pada periode t Yt data aktual pada periode t Ft peramalan periode t Jika ada nilai dan peramalan untuk n periode waktu, maka akan ada n buah kesalahan dan ukuran standar standar yang dapat didefinisikan sebagai berikut (Spyros, 1999): Mean Absolute Error (MAE) Mean Absolute Error atau nilai tengah kesalahan obsess adalah rata-rata dari kesalahan meramal, tanpa menghiraukan tanda positif maupun negatif. Rata-rata kuadrat kesalahan (Mean Squared Error MSE) MSE merupakan metode alterntif untuk teknik teknik peramalan masing-masing kesalahan (kata kunci data aktual terhadap data peramalan) dikuadratkan, kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah data. MSE dihitung dengan rumus: Tinggalkan Balasan Batalkan balasan Recent PostsMoving Average atau yang lebih dikenal dengan MA adalah indikator yang paling sering digunakan dan paling standar. Meski sangat sederhana, tapi rata-rata Moving sendiri memiliki aplikasi yang sangat luas. Dikatakan sederhana karena pada metode ini. Misalnya kita memiliki nilai 2,3,4,5,6 maka rata-rata dari nilai tersebut adalah (23456) 5 4. genetis Moving Average adalah indikator yang menghitung rata-rata bergerak dari sebuah data. Mengapa dikatakan menghitung rata-rata bergerak karena MA ini menghitung dari setiap data yang bergerak berubah. Jadi MA ini akan selalu menghitung setiap data atau nilai yang baru terbentuk. Dalam kancah trading forex, secara umum Moving average dikenal dengan tiga varian yang berbeda yaitu Simple Moving Average. Rata - rata Tertimbang Rata - rata dan Rata - rata Pindah Eksponensial. Masing-masing varian yang dimaksud sama sama sama dengan metode yang berbeda dalam penghitunganya. A. Simple Moving Average (SMA) Simple Moving Average atau yang sering disingkat SMA adalah varian paling sederhana dari indikator Moving Average. Dikatakan paling sederhana karena SMA ini menggunakan metode paling sederhana dalam menghitung rata rata data bergerak. Sebagai contoh: Jika kita memiliki data 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9 dan 10. Dan selanjutnya kita akan mencari data rata-rata dari data tersebut maka kita menghitungkan semua data tersebut dan kemudian hasilnya kita bagi dengan banyaknya data pembagi Agar lebih mudah mari kita terapkan penghitunganya. Data: 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9,10 Bilangan pembagi. 8 Rata-rata jumlah data dibagi bilangan pembagi Maka rata-ratanya adalah 448 5,5 2. Exponential Moving Average (XMA) Exponential Moving Average atau yang sering disingkat XMA merupakan penyempurnaan dari metode SMA. Dikatakan sebagai penyempurnaan karena XMA menghitung rata-rata bergerak dengan pembobotan yang berbeda pada masing-masing data yang telah terbentuk pada blok data. Pada XMA terjadi sebaliknya yaitu semakin lamaperiode yang kita pakai maka semakin kecil pembobotan terakhir yang kita pakai. Secara matematis XMA kita tuliskan dalam bentuk sebagai berikut: Ok, mari kita lihat contoh perhitungannya. Dibawah ini adalah perhitungan XMA 6 periode: Beberapa dari Anda yang memperhatikan data-data yang sedang ini pastilah tanya-tanya dari mana sebelumnya XMA pada data nomor 6 karena bukankah kita belum sama-sama memiliki XMA pada bagian sebelumnya Jawabnya, sebelumnya XMA tersebut Adalah SMA. Jadi, nilai XMA untuk data pertama adalah sama persis dengan nilai SMA. Dalam contoh diatas besarnya adalah 25,666667. Diperoleh dari (252428242627) 6 25,666667. Sama persis dengan cara menghitung SMA bukan (ayo lihat kembali pada bab sebelumnya). XMA pada nomor 6 dihasilkan dari. Perhitungan terus dilakukan seperti cara diatas untuk mendapatkan XMA berikutnya. Tapi sudahlah, kamu tidak perlu melakukan perhitungan seperti saya karena semuanya sudah tersedia secara otomatis pada masa sekarang. Namun jika Anda tertarik untuk melakukan cross check dengan apa yang saya berikan, silakan saja. Tidak ada yang Anda. 3. Weighted Moving Average (WMA) Weighted Moving Average atau yang lebih dikenal dengan WMA adalah salah satu varian MA yang menghitung rata-rata data bergerak dengan pembobotan pada beberapa data terakhir yang terbentuk. Pada SMA, bobot setiap data yang telah terbentuk pada beberapa periode sebelumnya atau yang baru saja terbentuk memiliki bobot penilaian yang sama. Sementara pada WMA pada masing-masing data yang telah terbentuk memiliki pembobotan yang berbeda. Data yang baru saja terbentuk pada blok data memiliki pembobotan yang lebih penuh data yang telah terbentuk pada blok data sebelumnya. Pembobotan pada WMA akan tergantung pada periode yang kita tetapkan. Semakin panjang periode yang ditetapkan, maka semakin besar pula pembobotan yang diberikan pada data terbaru. Tabel sederhana dibawah: Bagan forex, penggunaan MA ini untuk menghitung rata-rata bergerak dari blok data atau yang lebih dikenal dengan istilah candle. Aplikasi MA memiliki beberapa metode penghitungan yang berbeda: Open. Jika Anda menerapkan MA dengan menerapkan Open maka MA ini hanya menghitung rata - rata dari setiap nilai terbuka yang terbentuk dari masing - masing blok data pada chart Close. Menghitung nilai rata - rata dari tutup data Jika kita menerapkan MA dengan menerapkan Close maka MA ini hanya menghitung rata - rata dari setiap nilai. Menghitung rata-rata dari tinggi data. Jika kita menerapkan MA dengan menerapkan High maka MA ini hanya menghitung rata-rata dari masing-masing nilai. Menghitung rata-rata nilai rendah dari blok data Jika kita menerapkan MA dengan menerapkan Low maka MA ini hanya menghitung rata-rata dari setiap nilai terendah yang terbentuk dari masing-masing blok data pada grafik Harga Median (HL2) :itung rata rata rata median Dari blok data Jika kita menerapkan MA dengan menerapkan Tengah maka MA ini hanya menghitung rata-rata dari setiap nilai Tengah yaitu (nilai HighLow) 3 yang terbentuk dari masing-masing blok data pada chart Typical Price (HLC3): menghitung rata-rata karakter Dari blok data Jika kita menerapkan MA dengan menerapkan Harga Khas maka MA ini hanya menghitung rata-rata dari setiap harga Typical yaitu (nilai HighLowClose) 3 yang terbentuk dari masing-masing blok data pada chart Weighted Close (HLCC4): imbal rata rata Nilai dari blok data Jika kita menerapkan MA dengan menerapkan Weighted Close maka MA ini hanya menghitung rata-rata dari setiap nilai Weighted Close yaitu (nilai HighLowCloseClose) 4 yang terbentuk dari masing-masin Terima kasih telah membaca Moving Average di Otopips Jika diterima, tolong bagikan melalui FB, Twitter dan tulis komentar Anda ke artikel iniPeramalan Sederhana (Mungkin Bergerak Rata-rata vs Pemaparan Eksponensial tunggal) Mungkin sebagian besar dari kita pernah mendengar tentang teknik Peramalan Tentunya bukan dukun peramal, tekni untuk meramalkan meramalkan meramalkan data deret waktu deret waktu. Peramalan adalah suatu teknik yang penting bagi perusahaan atau pemerintah dalam mengambil kebijakan. Dalam meramal suatu nilai pada yang akan datang bukan berarti hasil yang menghasilkan sama persis, pelan merupakan suatu alternatif alternatif yang lumrah dalam ilmu statistik. Pada tulisan ini akan membahas contoh kasus peramalan menggunakan teknik Moving Average dan Exponential Smoothing. Kedua teknik ini merupakan ramalan tekni yang sangat sederhana karena tidak terkait dengan yang tinggi seperti pada tekni ramalan ARIMA, ARCHGARCH, ECM, VECM, VAR, dsb. Meski demikian, sayang data stasionerivers terpenuhi untuk meramal. Moving average merupakan teknik peramalan berdasarkan rata-rata bergerak dari nilai-masa lalu, misalkan rata-rata bergerak 3 tahunan, 4 bulanan, 5 minggu, dll. Akankah teknik ini tidak disarankan untuk data time series yang menunjukkan adanya pengaruh tren dan musiman. Moving average terbagi menjadi single moving average dan double moving average. Pemulusan eksponensial Hampir sama dengan moving average yaitu teknik peramalan yang sederhana, dan telah menggunakan suatu penimbang dengan besaran antara 0 sampai 1. Jika nilai incremental 1 maka hasil forecasting terlihat dari obseervasi, sedangkan jika terjadi wcca 0, maka hasil forecasting lead Ke ramalan sebelumnya Eksponensial smoothing terbagi menjadi single exponential smoothing dan double exponential smoothing. Kali ini, akan membahas metode perhitungan single moving average dengan single eksponensial smoothing. Pemimpin Safira Beach Resto ingin mengetahui omzet restoran pada Januari 2013. Ia meminta sang manajer untuk mengestimasi hal tersebut dengan data omzet bulanan dari bulan Juni 2011 sampai Desember 2012. Berbekal pengetahuan di bidang statistik, sang manajer melakukan forcast dengan metode single moving average 3 bulanan dan Smoothing eksponensial tunggal (w0,4). Single Moving Average Pada tabel di atas ramalan bulan September 2011 yaitu 128,667 juta rupiah dari penjumlahan omzet bulan Juni, Juli, Agustus 2011 dibagi dengan angka moving average (m3). Angka ramalan pada bulan Oktober 2011 yaitu 127 juta rupiah dari penjumlah omzet bulan Juli, Agustus, September 2011 dibagi dengan angka moving average tiga bulanan (m3). Perhitungan serupa dilakukan hingga ditemukan hasil ramalan bulan Januari 2013 sebesar 150,667 juta rupiah. Bisa diinterpretasikan itu omzet bulan Januari 2013 diperkirakan 150, 667 juta rupiah atau diakumulasi 1,333 juta rupiah dibandingkan dengan omzet Desember 2012 sebesar 152 juta rupiah. Info baris tidak akan masuk, karena peramalan pada bulan-bulan ini tidak tersedia data moving average 3 bulanan, bulan sebelumnya. Selanjutnya untuk melihat kebaikan hasil ramalan digunaka RMSE (root mean square error) Untuk perhitungan RMSE, mula-mula dicari kesalahan atau selisih antara ramalan aktual dan ramalan (ramalan omzet), maka kuadrat nilai untuk masing-masing data bulanan. Lalu, jumlahkan seluruh kesalahan yang telah dikuadratkan. Terakhir hitung nilai RMSE dengan rumus di atas atau lebih gambangnya, untuk penjumlahan kesalahan yang telah dikuadratkan dengan banyaknya pengamatan dan hasil lalu di akarkan. Pada tabel di atas, jumlah observasi yaitu 16 (mulai dari September 2011-Desember 2012). Ekspansi Eksponensial tunggal. Selanjutnya kita akan melakukan peramalan dengan metode Single Exponential Smoothing. Cara ini menggunak penimbang yang bisa diperoleh dari operasi tertentu (tertentu), namun bisa juga ditentukan oleh para peneliti. Kali ini akan digunakan dengan harga 4. Forecast W0,4 Ycap (t1) (juta rp.) Nilai ramalan pada bulan Juni 2011 yaitu 137.368 juta rupiah dari rata-rata omzet dari bulan Juni 2011 sampai bulan Desember 2012. Nilai ramalan pada bulan Juli 2011 yaitu 134,821 juta rupiah dari perhitungan dengan rumus di atas, dengan kata lain ramalan bulan Juli 2011 hasil dari hasil kali w0,4 dan nilai aktual omzet bulan Juli 2011 dijumlahkan dengan hasil kali (1-0,4) dan nila ramalan Bulan Juni 2011 sebesar 134,821 juta rupiah. Buat perhitungan harga ini untuk bulan ramalan sampai bulan Januari 2013. Hasil ramalan omzet untuk bulan Januari 2013 yaitu 149.224 juta rupiah atau turun 2,776 juta rupiah. Kemudian hitung dengan RMSE moving average. Hanya saja jumlah observasi berbeda. Pada tabel di atas jumlah obervasi (m) yaitu 19 lebih banyak dibandingkan dengan metode simple moving average 3 bulanan (16) karena pada metode eksponensial perhitungan ramalan dapat dimulai dari data pada periode awal. Smoothing eksponensial tunggal RMSE sebesar 1.073. Selanjutnya dari kedua metode di atas akan mana hasil yang terbaik. Untuk hal tersebut maka, bandingkan nilai RMSE dari metode yang dulu. Metode dengan RMSE bisa dapat diandalkan sebagai metode terbaik untuk meramal. RMSE mov. average 0,946, RMSE exp. smoothing 1.073. RMSE mov. average lms RMSE exp. smoothing. Kesimpulanya dengan metode moving average lebih baik dalam melakukan peramalan, jadi omzet pada bulan Januari 2013 diperkirakan sebesar 150,667 juta rupiah (kurang memiliki nilai yang lebih rendah dari bulan sebelumnya). (Untuk materi yang lebih jelas, silakan dicari di buku-buku referensi Mengenai Seri Waktu, misalnya, Enders, Walter 2004. Edisi Waktu Ekonometrika Terapan Edisi Kedua New Jersey: Willey Kalo contoh soal dalam tulisan ini, saya kutipan dari buku modul Kuliah.

No comments:

Post a Comment